Senin, 24 Desember 2012

toleransi?

gue lahir dan dibesarkan di tengah keluarga islam, temen temen gue pun banyak yang Islam dan banyak pula yang nasrani, belakangan ini banyak banget yang memperdebatkan antara toleransi yang sebenernya itu kayak gimana. well, kadang banyak banget yang nasrani lebih baik dari yang islam dan mereka sangat bisa tolerir dengan yang agamanya berbeda. terus kenapa kita masih memperdebatkan masalah "boleh ngucapin natal atau enggak"? hah? bingung sih sebenernya, memang sih cuma ucapan, tapi Allah itu baik, jadi menurut gue yang mau ngucapin ya ngucapin aja, masalah dosa atau enggak kan Allah SWT Yang Maha Tahu.

nih baca yah !!!

pakai  logika aja deh ya, masalah ini seharusnya jangan diperdebatin terlalu jauh, cara bertoleransi itu kan banyak, memangnya ngucapin "merry christmas" itu lebih besar mana dosanya sama berzina? banyak banget loh belakangan ini yang menggunakan "topeng kawin siri" sebagai alasan mereka untuk nutupin perbuatan tercela tersebut. well, menurut sumber diatas sih gak ada salahnya ngucapin selamat natal, makanya sedikit open minded lah. oiya, bagaimanapun ini cuma opini gua ya, selama gak meyakini yah sah-sah ajalah ngucapin.


weellllll, merry christmas buat yang merayakannya :) god bless you all . . . 
semoga kita semua hidupnya dalam damai. ammiiiiiiiiiinnnnnnn

merry christmas sayang :) :*

hmm oke mulaaaii!!!

aku sih gak tau yah apa arti dari merry christmas sebenarnya. tapi di hari ini, di hari besar agama kamu, aku cuma bisa ngasih ucapan ini aja, ada sebagian yang berpendapat di agama aku kalau ucapan ini gak boleh diucapkan ke kaum nasrani walaupun hanya "sekedar ucapan". tapi biarlah Allah yang mengurus ini dosa atau enggak.

so, aku turut berbahagia yah :) hmm kita sih emang beda yah, background, suku, agama, umur, semuanya beda, tapi aku harap gak akan menghalangi semua hal diantara kita termasuk perasaan kasih dan sayang itu sendiri. maaf banget kalau natal ini gak ada yang spesial dari aku, tapi sebenernya aku selalu berusaha untuk menjadikan hal kecil tetap istimewa dan spesial di mata kamu, gak peduli endingnya marah ataupun gak dianggap ataupun kamunya gak suka, yang penting akunya udah berusaha jadi yang terbaik, memberikan yang terbaik walaupun kadang suka buat kamu kesal karena cara aku yang salah.

oiya semuga Tuhan selalu memberkati dan selalu ada disetiap langkah kamu, melindungi kamu dan keluarga kamu juga melimpahkan rejeki dan kasih sayangNya selalu buat kalian yah. amiiinnn

perbedaan itu memang susah dijalani yah terkadang, aku gak munafik, aku bukannya cengeng, tapi bingung cari jalan keluarnya hehe, tapi yaudahlah, let it flow aja, biar Tuhan yang bawa kita kemana aja Dia mau, semoga aja kedalam pernikahan hehe *ngarep*!!! tapi TOLONG jangan pernah pesimis, kamu boleh jujur, tapi jangan pernah bilang kalau kita gak pernah bisa nyatu yah, bukannya kamu sering bilang kalau di dunia ini gak ada yang gak mungkin kan? lagipula memang Tuhan selalu menjodohkan orang dari kesamaan tanpa perbedaan? memang jodoh kita pasti seagama? itu kan masih misteri juga  . .

however, seperti di sms hari ini, tadi, kemarin, kemarinnya lagi, hari hari kemarinnya lagi, AKU SAYANG KAMU. semakin hari semakin sayang :) semoga kita bisa terus saling support, saling menyayangi, mencintai hingga maut memisahkan #sikasik

well, MERRY CHRISTMAS sayang :) semoga Tuhan memberkati kamu selalu dalam pengejaran mimpi-mimpi dan cita-cita kamu. ammiinnn . . .

Selasa, 18 Desember 2012

KONSEP!

Pernah berpikir bahwa terkadang hidup adalah untaian dari sebuah lirik lagu mengagumkan? Mungkin Taradian Hafidzah salah satu orangnya. Tara tahu bagaimana seharusnya mengaplikasikan hal nyata dengan melodi indah dari gitar yang selalu menemaninya. Gitar ini pula yang kemudian menggiringnya untuk bertemu dengan seorang pria baik yang cupu dan menggunakan kacamata tebal, Edward. Namun pertemuannya dengan Edward membawa suka sekaligus duka seperti lirik-lirik yang dinyanyikannya.

Seperti yang dikatakan orang pada umumnya bahwa hati manusia tak tertebak. Edward sangat misterius sekaligus sangat mengagumkan untuk Tara, dia seorang pria yang tahu bagaimana cara menghadapi seorang wanita dengan anggun. Tara tidak membutuhkan bunga, puisi atau apapun itu yang menunjukkan suatu keromantisan dan Edward mengetahuinya. Edward tahu betul apa yang diinginkan oleh Tara, sedangkan Tara seakan-akan buta untuk tahu apa sebenarnya yang diinginkan Edward. Edward terlalu abstrak untuknya, terlalu ringan untuk disentuh.

Sampai akhirnya pada suatu malam di Prague mereka berdua melakukan sebuah kesalahan dan mengatasnamakan cinta di dalamnya. Mereka berdua tidak menyesal dan menyelenggarakan pernikahannya di Jakarta, kota asal Tara. Mereka menjalani pernikahannya dengan baik dan sangat romantis, bahkan teman-teman Tara pun sangat iri terhadapnya.

Awal tahun mereka memutuskan untuk pindah ke Prague, sekaligus mendekatkan anak mereka kepada keluarga Edward. Namun, dari sinilah, awal terbukanya banyak hal yang tidak diketahui Tara tentang Edward dan membawa mereka ke ujung perpisahan. . .

Senin, 03 Desember 2012

terpaku ku olehmu

aku merasa bosan dalam penat. aku merasa tersakiti dalam lorong sepi. aku merasa terjerembab dalam parit  yang mematikan dan meredam pindar. lalu kau datang dengan wajah renyuh dan tak berdosa, mengangkatku dari kegelisahan dan mencumbuku dengan hanyut tak terbendung. tak terpakukah aku?

aku merasa lusuh dalam keindahan. aku merasa tak bernyawa dalam keengganan. aku merasa terkungkung dalam sangkar yang tak kukenali. lalu kau datang, kau lagi, lelaki yang tak dapat kusentuh namun menatapku cemas. kau mengambil kunci emas lalu membukanya, merambatiku dengan rasa sejuk tak terkira. lalu kau pergi dan membiarkanku. tak terpakukah aku?

aku berkerudung keringat, menangis dalam ketelantaran. aku tak tahu ini, tak tahu itu. sekejab larut dalam untaian hujan dan tersesat di ujung hati yang beku. aku berteriak, berharap kembali pada pelangi dan melihat matahari merona. tapi tak ada sosok yang peka dan kemudian kau datang, lagi lagi kau! kau menyekaku dengan semerbak mawar yang khas. kau menyentuhku dengan jari yang kasar namun penuh kelembutan. tak terpakukah aku?

dan ketika langit temaram, aku berteman air yang beriak riak dan guguran cahaya bulan yang setia. menatap lekat pada bendungan rindu yang dalam. ia tidak mengalir dan berhilir mudik dalam kekakuan. dalam diam yang menenggelamkan tanya dan timbul dipermukaan. lalu kau datang. aku memupuk sadar dalam keenyahan. ternyata memang kau. kau yang mengangkatku dari kegelisahan , mencumbuku dengan hanyut, merambatiku dengan sejuk, menyekaku dengan semerbak mawar, menyentuhku dengan jari kasar. kita berkutat dalam bisu dan tikaman dari sorot matamu. sekali lagi, tak terpakukah aku jika kau begitu menusukku? dalam waktu yang ku tak ingin cepat beranjak seperti fajar yang menyapa, aku lekat dalam pendar tak terperi. lalu kau menggenggam erat punggung tanganku, lagi-lagi, kau membuatku terpaku. merapatkanku di dadamu yang lapang dan bidang dan membawaku kedalam hangat yang bahkan perapian dikamarku tak mampu mengalahkannya. aku terpaku!!! entah Tuhan mengirimmu dari dimensi mana, entah Tuhan mengirimmu untuk apa, tapi aku tak mau ruhmu memudar, walau fajar menyapa ribuan tahun lamanya.

aku masih aku

aku terjatuh dalam pelukan mawar yang berduri, berharap akan ada pantai yang dapat menepi. aku suka dia dan dia suka aku, tapi bodohnya aku lebih menyayanginya daripada dia menyayangiku. aku tak dapat belajar  tentang rasa, karena rasa sendiri yang memberi pelajaran terhadap hidup. terkadang lebah pun akan sangat lelah mencari madunya dan aku dapat mengerti, bukankah manusia dapat sangat lelah untuk berjalan dan kemudian hanya duduk sendiri ditepi?

bukan itu yang kumaksud, tapi terkadang keegoanmu mengusik sepiku, aku terlalu takut berpapasan dengan sunyi dipersimpangan jalan tak bertuan. aku terlalu takut tak ada yang membelaku lagi ketika lembaran suram itu melayang dihadapanku. bukan itu yang kumaksud, tapi memang terkadang sebuah kata bisa menjadi untaian kalimat indah atau malah terserak begitu saja.

aku sakit ketika mengharapkanmu, aku sakit ketika tak kau hiraukan dan hanya menjadi salah satu dari tumpukan buku di lemari paling pojok yang tak kau sentuh sama sekali namun terlihat. lalu aku harus menjadi apa sampai kau mengganggapku seperti derikan pintu usang yang bunyinya selalu terdengar? aku tak lelah, aku hanya mengumpulkan serpihan jejak kita yang tertinggal dan tak rela mereka menjadi abu begitu saja.

aku tak akan bertanya kita seperti apa, aku tak akan memaksa ketika hati memang sudah tak berjelagah.  tapi aku terlalu larut dalam melodi indahmu yang bahkan rintik hujanpun tak dapat menghapusnya. aku hanya mengingatmu di kepalaku dan menyimpanmu dengan cemas dihatiku. aku hanya riak yang melihatmu meliuk ditengah jingga. aku adalah lensa yang tak mau melewatkan siluet indahmu.

tapi apa kau tahu? aku masih seorang aku yang mengharapkan ada bahumu ketika aku tak bisa menahan segala sesal dan sedih. aku masih aku yang mencintaimu seperti langit yang berdampingan dengan awan. aku masih aku yang masih menahan rindu untuk kau hiraukan. aku masih aku, yang mencintaimu dengan kepasrahan dan segala tutur yang tak dapat diucap. aku masih aku, yang mencintaimu sejak awal dan berdoa bahwa Tuhan memaksakan jodohnya.