aku terjatuh dalam pelukan mawar yang berduri, berharap akan ada pantai yang dapat menepi. aku suka dia dan dia suka aku, tapi bodohnya aku lebih menyayanginya daripada dia menyayangiku. aku tak dapat belajar tentang rasa, karena rasa sendiri yang memberi pelajaran terhadap hidup. terkadang lebah pun akan sangat lelah mencari madunya dan aku dapat mengerti, bukankah manusia dapat sangat lelah untuk berjalan dan kemudian hanya duduk sendiri ditepi?
bukan itu yang kumaksud, tapi terkadang keegoanmu mengusik sepiku, aku terlalu takut berpapasan dengan sunyi dipersimpangan jalan tak bertuan. aku terlalu takut tak ada yang membelaku lagi ketika lembaran suram itu melayang dihadapanku. bukan itu yang kumaksud, tapi memang terkadang sebuah kata bisa menjadi untaian kalimat indah atau malah terserak begitu saja.
aku sakit ketika mengharapkanmu, aku sakit ketika tak kau hiraukan dan hanya menjadi salah satu dari tumpukan buku di lemari paling pojok yang tak kau sentuh sama sekali namun terlihat. lalu aku harus menjadi apa sampai kau mengganggapku seperti derikan pintu usang yang bunyinya selalu terdengar? aku tak lelah, aku hanya mengumpulkan serpihan jejak kita yang tertinggal dan tak rela mereka menjadi abu begitu saja.
aku tak akan bertanya kita seperti apa, aku tak akan memaksa ketika hati memang sudah tak berjelagah. tapi aku terlalu larut dalam melodi indahmu yang bahkan rintik hujanpun tak dapat menghapusnya. aku hanya mengingatmu di kepalaku dan menyimpanmu dengan cemas dihatiku. aku hanya riak yang melihatmu meliuk ditengah jingga. aku adalah lensa yang tak mau melewatkan siluet indahmu.
tapi apa kau tahu? aku masih seorang aku yang mengharapkan ada bahumu ketika aku tak bisa menahan segala sesal dan sedih. aku masih aku yang mencintaimu seperti langit yang berdampingan dengan awan. aku masih aku yang masih menahan rindu untuk kau hiraukan. aku masih aku, yang mencintaimu dengan kepasrahan dan segala tutur yang tak dapat diucap. aku masih aku, yang mencintaimu sejak awal dan berdoa bahwa Tuhan memaksakan jodohnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar