Sabtu, 26 November 2011

apa judulnya?

Botol demi botol aku kumpulkan untuk dijual kepada penampung . hasilnya tidak seberapa memang, tapi cukup bagiku dan adik cantikku Anissa . Kami hanya hidup berdua di Jakarta dan yatim piatu . Hari ini tidak terlalu banyak botol yang kudapatkan, karung yang kubawa pun tidak terisi penuh . Padahal, orang-orang Jakarta sangat bergantung pada minuman botol . Mungkin sudah diambil pemulung lain, begitu pikirku . Ahh, memang bukan rezeki ku .
Namaku Aisyah, inilah pekerjaanku, pemulung . Aku bangga, karena ini pekerjaan halal, walau terkadang sebagian orang memandang sebelah mata . Bagiku, pekerjaan ini lebih baik daripada menjadi pencuri atau pengemis . Hari ini aku sudah mengelilingi beberapa taman dan tempat umum lainnya dengan membawa karung dan tongkat untuk mengait botol, sama seperti pemulung lainnya .
Aku berhenti berjalan sejenak, melepas lelah dan duduk dibangku panjang bercat hijau yang dipinggirannya ada pot bunga . Seperti biasa, Jakarta sangat panas . Aku mengusap peluh yang bercucuran di dahiku . Aku layangkan pandangan sejauh mungkin menyusuri kegiatan disekeliling taman . Disisi kanan ada beberapa pelajar yang duduk melingkar dan tertawa lepas . .
"lo tau gak, yang kemarin Bu Lisma manggil gue tuh, ya ampun ternyata dia cuma nyuruh gue beli susu ultra di koperasi ! gila, udah merinding disco gue padahal, dia kan killer abis", ujar si pelajar yang memakai sweater merah lalu mengibaskan rambutnya . Aku tertawa pelan . Seperti syahrini gayanya !
"biasalah, dia kan emang sensitif, wajar kali kalau lo merinding disco gitu", sahut temannya yang mengisap lollypop .
"sensitif?  test pack kali", balas si sweater merah dan mereka tertawa bersama .
Aku mengalihkan pandangan kesisi kanan . Ada dua orang pemuda yang berpacaran dan ya ya semakin mendekat . Ahh, aku tidak mau melihat apa yang mereka lakukan . Disebelah taman yang banyak rerumputan ada sebuah keluarga yang bahagia . Si ibu sedang memapah anak perempuannya dan si Ayah menggendong anak lelakinya yang berumur tiga tahun kurasa .
Ahh Tuhan, aku iri ! Sungguh !
"Adik ngumpulin botol ya?", tiba-tiba seseorang berkacamata mengagetkanku . Aku menoleh kearahnya . "Iya bapak", sahutku . "Disana ada beberapa, diambil aja", dia menunjuk ke arah sudut belakang dan aku mengangguk tanda setuju . "Terimakasih, saya nanti kesitu untuk ngambil, maaf pak jam berapa?" . Dia mengalihkan pandangan ke arah pergelangan tangannya . "Jam dua dik", sahutnya .
Sudah siang juga ternyata, aku harus membeli makanan untuk Anissa . Dia pasti sudah menungguku di rumah . Aku putuskan untuk mengambil botolnya lalu pulang ke rumah .

======================================================================

Annisa memakan makanannya dengan sangat lahap . Nasi bungkus dengan tempe goreng dan bumbu ayam . Lezat katanya . Hanya itu yang bisa aku berikan padanya . Kami makan berdua . Dia adik yang baik . Selalu tersenyum dalam kondisi apapun . Dialah sang penguat hatiku . Dia sangat pintar melukis, walau hanya dengan bantuan crayon dan kertas seadanya, Tapi hari ini Bu Sari yang tinggal dikompleks memberiku seperangkat cat dan kuas, untuk Nisa katanya . Nisa sangat senang menerimanya . Annisa cacat, sedari lahir . Kedua kakinya mengecil , aku kurang tahu apa nama penyakitnya, dia hanya bisa merangkak seperti bayi . Tapi dia sangat berbesar hati .

Kami tinggal berdua di rumah berukuran 3 X 4 M yang terbuat dari tripleks ini . Kami mungkin pernah mengeluh atau merasa tak adil dengan semua ini, tetapi kami selalu bersyukur dan yakin bahwa Tuhan lebih mengetahui segala hal yang terjadi pada hamba-Nya . Kami anak yatim piatu . Ayahku telah dipanggil Tuhan sejak aku berumur dua tahun, aku hanya bisa mendengar ceritanya dari Ibu . Ayah seorang tukang parkir di pasar induk, ia tertabrak truk saat sedang memarkirkannya . Sedangkan ibuku seorang pencari beras yang berjatuhan dari karung atau tidak terpakai lagi . Beliau meninggal karena paru-paru basah . Saat itu kami tidak mempunyai cukup uang untuk berobat, makanpun terkadang diberi tetangga .

"Kakak, nisa boleh melukis ini?", dia menoleh kearahku, menunjukkan gelas aqua dan memegang kuas . Senyumnya semangat .
"Iya, lukis aja sesuka nisa", aku tersenyum kepadanya, mengiyakan . Lalu ia mulai melukis gelas gelas aqua itu dengan tangan lentiknya . Senyumnya mengembang . Aku bahagia melihatnya . Ia anak yang kuat, para tetangga kami pun terkadang sering melecehkannya, mengatainya dengan perkataan yang tidak enak didengar, suster ngesot, anak kambing pincang, atau apalah sebagainya, tetapi Ia hanya tersenyum dan berkata, "Terimakasih ya, berarti kalian perhatian sama Nisa" .
"Nisa, kakak capek, kakak tidur duluan ya, Nisa jangan tidur terlalu malem ya !", ucapku seraya menggelar kardus sebagai alas tidur kami . "Iya, sebentar lagi Nisa tidur . .", jawabnya .

========================================================================

Hari ini aku berjalan di Taman lagi dan tidak sengaja bertemu dengan Bapak yang kemarin memberiku setumpuk botol aqua, namanya Pak Herman ternyata . Dia baik, sebenarnya aku tidak sepenuhnya percaya, namun Ia sangat berbeda dan sangat dermawan . Kami banyak berbincang, ternyata Ia setiap hati ke Taman itu untuk berjogging bersama Istri dan cucunya .

Ia seorang pengusaha anyaman, dari mulai bakul, topi, atau kerajinan tangan lainnya . Istri dan cucunya juga sangat ramah . Aku merasa mempunyai keluarga sendiri, walaupun baru mengenalnya . Aku menceritakan tentang keluargaku, hidupku dan yang lainnya . Sangat Banyak . Ia hanya merespon dengan senyuman, mengangguk, atau terdiam iba .

"Jadi, belum pernah melihat ayah sama sekali?", ujarnya seraya mengelap kacamatanya dengan kain kecil .
"Belum pak, sekedar fotopun tidak ada, saya mendengar cerita cerita dari Ibu saja", jawabku polos .
"Bagaimana dengan keluarga dari Ibu atau Ayah Aisyah? Apa tidak ada yang mengunjungi sama sekali?", kali ini Istrinya yang bertanya .
"Tidak ada, kami hanya tinggal berdua, saya tidak pernah kenal dan bertemu sama sekali dengan keluarga Ayah maupun Ibu", jawabku singkat dan tersenyum kepadanya . Ia mengangguk dan menahan air mata mungkin . Cucunya asyik memainkan tali sepatu merahnya .
"Aisyah mau kerja?", Pak herman menatapku dalam, .
"Kerja apa Pak?, aku membalas tatapannya, tidak percaya .
"Hanya menganyam saja, menganyam bakul, nanti Aisyah tidak perlu pergi ke tempat produksinya, Aisyah cukup menuliskan alamat Aisyah, nanti Bapak bawa bahannya dan Ibu mengajarkannya . Bagaimana?" . Aku menoleh kearahnya, Ia tersenyum memberi kepastian, lalu Aku menoleh kearah Istrinya, Ia tersenyum tenang, mendamaikan hati dan meyakinkanku .
"Iya Pak", aku memantapkan diri dan tersenyum .

Hari itu berlanjut begitu saja . Perbincangan yang panjang dan menyenangkan .

========================================================================

Tidak terasa sudah empat tahun aku bekerja pada Bapak dan Ibu Herman . Ibu Herman sering datang ke rumah, sekedar membawa bahan atau sesekali membawa makanan untukku dan Anissa . Ia sangat baik . Tak pernah sekalipun merasa lelah berteman dan menghadapi kami . Tidak hanya menganyam, Annisa juga melukis bakul bakul yang sudah selesai kami anyam . Penjualan pun meningkat . Bapak dan Ibu Herman sangat baik terhadap kami . Kami tidak tahu bagaimana cara cara membalas kebaikannya . Tetangga lapak kamipun terkadang ikut membantu membuat anyaman .

Seiring dengan semakin banyaknya permintaan, Annisa semakin sering sakit sakitan . Ia sering mengeluh kelelahan namun tetap tersenyum dengan tenang . Bahkan saat aku ingin membawanya ke dokter, Ia menolak . Sakitnya tidak Ia rasakan . Ia terkena paru paru basah seperti ibu . Kakinya pun semakin parah, Ia tidak terlalu kuat duduk berlama lama belakangan ini . Aku khawatir dengan keadaannya . Bapak dan Ibu Herman sesekali membawa dokter untuk sekedar memeriksanya . Udara dan lingkungan yang tidak sehat semakin memperparah keadaannya, namun Annisa tetap saja tidak ingin pindah ketempat lain selain rumahnya . "Rumah ini istana Annisa kak", ujarnya polos .

Ia sekarang benar benar seperti bayi . Wajahnya sering sekali pucat, batuknya semakin menjadi dan hanya bisa tertidur di ranjang kasur kecil yang telah aku beli dari hasil menganyam . Aku terkadang menangis di pinggiran ranjang dan mengelus rambutnya, tapi Ia hanya tersenyum . Aku masih sangat ingat bagaimana cerianya dia dengan cat dan kuasnya, senyum semangatnya, bagaimana tangan lentiknya menganyam, cara Ia memelukku saat aku terlalu lelah mencari botol dulu . Aku masih ingat bagaimana saat kami kehilangan Ibu, dia memelukku sangat erat dan hanya menangis tak karuan . Merasa kehilangan tapi mungkin belum mengerti apa yang terjadi . Aku masih ingat caranya merengek minta dibelikan biskuat di warung Ibu depan .
Tuhan, jangan ambil dia . Aku takut . Hanya dia yang kumiliki .

Tapi malam itu Ia melukis botol aqua yang entah dia dapat darimana diatas ranjangnya . Dia menatapku damai, senyumnya mengembang, "Kakak, ingat ini gak? Ini pertama kali Nisa lukis loh, di botol aqua", wajahnya polos, riang dan seceria dulu . "Iya", aku tersenyum terpaksa menahan kesedihan . "Nanti rumah nisa yang baru pokoknya harus didekat Rumah Pak Herman ya, biar Nisa gak kesepian", dia berkata seperti memohon . Sekali lagi aku mengiyakan dan tersenyum, mengangguk pelan . "Kakak tidur sama Nisa yaa, dibawah aja, pakai kardus", Ia memohon lagi dan sekali lagi aku mengangguk .

Malam itu kami habiskan dengan bercerita tentang bagaimana kami sebelum mengenal Pak Herman, semuanya . Tidak terlewat satupun dan kami terlelap dengan kardus yang kami gelar dilantai . Itulah malam terakhirku bersamanya . Annisa kini sudah beristirahat dengan lebih tenang . Ia dimakamkan di pemakaman dekat rumah Pak Herman sesuai permintaannya . Aku tidak pernah lupai bagaimana senyum diwajahnya ketika aku menyadari bawa Ia telah tiada . Senyumnya indah, seindah lukisan lukisannya .
Selamat jalan adik tercintaku Annisa, kau selalu memberikan semangat di setiap denyut nadiku .

Sabtu, 19 November 2011

how about you and me !

perbedaan umur
perbedaan agama
perbedaan background
perbedaan suku

semua perbedaan yang kadang gue pikir sangat complicated . .

JARAK
gak penting
yang terpenting . .
I TRUST YOU !


gue gak mau berlebihan , tapi sekarang lo udah buat gue berlebihan  .
and when they say "don't loving too much, you'll hurt by it"
sorry, I'm not believe . .
no matter what people talking about !
and the most important is :
please, let me loving you ! all the time !
dengan semua kekurangan dan kelebihan gue . .
dengan semua perbedaan yang ada di kita berdua .

let me hope
and hon, really, I ADORE YOU !


as long as, fiendship :)

ini tentang SMA,,,
enggak ada kata kata yang tepat untuk ngungkapin perasaan kangen gue sama SMA
nitta, nova, tata, ucci, ata, niken, utti, devita, duben, rusdah, anita, septa, etc.

semua moment'nya gak akan gue lupa .
nyanyi di ruang osis, nungguin kak adit di tangga kayak orang bego, ngikutin kak adit kayak anak ayam ngikutin induknya, ngumpetin sepatu Mr. Lamhot, sekelas pada geger waktu gue pura-pura jatohin handphone nya Evi dari lantai 3, nangis bareng, makan nasi ayam pak uki atau telur dadarnya Raul, OSIS, OSIS dan OSIS

semuanya masih sangat terekam jelas .
gimana kita berbagi duka maupun suka .
ngumpulin barang bekas buat baksos, karokean, shopping seadanya
sertijab yang menyentuh . .
balik kanan cuma untuk nangis dilapangan . huhuhu
hampir di D.O karena pertahanin acara CUP pertama kita .
makan bareng di d'cost . .
semuanya . .

kalian selalu jadi obat hati, penenang saat gue galau , inget kejadian gue nangis kenceng depan Menza karena restauran bokap?
itu hanya sebagian kecil, makasih karena udah selalu ada . . .

tapi sekarang beda . .
semuanya beda,,,
ada yang hilang aja semenjak kalian mencar

temen temen yang sekarang pun cuma modus aja deket sama gue kecuali beberapa

gak kayak kalian yang bisa nerima semua kelebihan dan kekurangan gue .
semua kecacatan gue, semua keautisan gue . .
jarak itu gak penting . .
jarak itu bukan alasan

as we go on, we remember
all the time we had together
and as our life changes
or whatever

"we will still be friends forever"





Rabu, 16 November 2011

busway, hujan, dan pesan singkat

gue gak mau terlalu dilematis, romantis atau hal lainnya yang terlalu berlebihan . gue cuma mau sederhana, sesederhana hujan ^_^




duduk dibusway paling belakang dan paling pojok, melihat hujan dari sisi berbeda dengan ditemani alunan ost. Full House . pengertiannya . . .
berasa di korea . . ckck lol
tapi inilah gue, sangat suka hujan . susah pendeskripsiannya . ia ringan dan bebas . sangat bebas, terkadang gue iri . mungkin sebagian orang menganggapnya tidak istimewa, hanya menganggapnya udara yang mengkristal dalam dingin dan melayang jatuh .
tapi bagi gue, hujan berbeda . ia damai dan terlalu ramah . . dan semakin berbeda, semakin istimewa semenjak saat itu . .

me : hujan deras ^_^

tidak lama handphone gue bergetar dan ada pemberitahuan pesan singkat dilayar . .

he : wow :)

me : hoho nice ckck

he : pulangnya pakai apa?

me : busway :)

he : ouw,,, nanti kalau udah nyampai sms yaa :*

me : iya :)

he : hehehe, kayaknya seneng banget . .

me : setiap hujan pasti seneng . bukannya lebay . hoho tapi bener bener seneng :)

he : iya iya :)

me : aku cinta kamu !!

he : ikhlas gak nih?

me : iya :)

he : ciumnya mana?

me : mau?

he : hmm . .

me : muaaccchh :*

he : hohoho . . . aku sayang kamu juga :)

me : :)

he : :*


tidak ada yang terlewatkan . .
pembicaraan singkat, kekanakkan tapi gue suka . sangat suka . . .
mungkin buat sebagian orang biasa saja dan menjijikkan . . 
tapi ini beda, di saat lo terjatuh tapi lo sangat menyukainya ,,,
this is called falling in love :)

hanya gue, dia, hujan dan Tuhan yang tau :)

14/11/11     05:04 PM




Minggu, 06 November 2011

antara ibu dan anak - 2


(foto diatas diambil dari Google dan hanya ilustrasi)

Jumat, 4 November 2011, dede Azwa Maharani Putri ninggalin kita semua . jam tiga sore dia dimakamin .
saat itu ibunya Ny. Suryani masih di ICU, komma . tubuhnya udah penuh dengan alat alat medis yang bisa ngebantu dia untuk bertahan . kami semua hanya bisa melihat dari kaca yang menuju ke ruangannya . udah ada beberapa orang yang menunggu dengan cemas diluar . keadaan di monitor masih normal, sangat normal . agak malam, suaminya datang . kita pun udah dapat 8 kantong darah dari PMI . saat adzan maghrib, saya masuk keruangannya . orang yang selama ini saya kenal sangat sehat, gak ada gangguan apapun dengan kehamilannya terbaring sangat lemah dan bahkan boleh dibilang sekarang hidupnya hanya bergantung dengan alat . saya sangat cemas . ketika masuk ruangan itu, saya hanya bisa melihat, menyentuh tangannya seraya berdoa dalam hati dan meminta Tuhan segera mengangkat penyakitnya .
semuanya berjalan dengan sangat cepat . hari Selasa saya masih sempat melihat dia dengan baju hamil hijaunya menyanyi di depan kaca dengan sangat riang dan hari Jumat nya saya melihat dia dengan keadaan menyedihkan seperti ini . saya berdoa dalam hati "Tuhan, tolong dia, karena hanya Engkau yang sanggup, tidak apa bila Ia harus kehilangan bayi mungilnya dan diangkat rahimnya . tapi Ia masih mempunyai satu orang anak yang sedang duduk di bangku TK dan masih mempunyai suami yang sangat mencintainya . Tolong dia Tuhan, tolong dia" . saya menangis dan mengaduh dalam hati . begitu banyak darah yang keluar dari tubuhnya . mulut, perut dan organ kemaluannya . padahal, siang tadi dari mulutnya tidak mengeluarkan darah . saya teringat perkataan mamah saya. "Kita harus bantu sebisa mungkin, belum tentu besok kita masih mempunyai kesempatan untuk melihatnya dan membantunya" 
agak malam sedikit (saya tidak memperhatikan jam), saya pergi ke bawah, ke kantin . suaminya datang dan bergabung untuk makan . hanya satu kalimat yang dikeluarkan darinya "saya gak ngerti kenapa bisa kayak gini", dia memeluk anak pertamanya dan menitikkan air mata . saya juga menangis disitu . karena saya dapat merasakannya . dia makan agak sedikit dan pamit untuk ke ICU .
tidak berapa lama saya keatas, kelantai dua tempat sang pasien dirawat . saya kaget, karena sudah lumayan ramai . suami ibu tersebut keluar dari pintu dan berkata "mohon doa semuanya, yani udah gak bereaksi sama obat", dia terduduk dan menahan tangis . saya juga, lemas, gak bisa berdiri, jatuh di lantai, shock, kaget, campur aduk, dan hanya bisa menangis dan berdoa kepada Tuhan . dia memang tidak terlalu dekat dengan saya . tapi Tuhaannnn tolong . . .
dokter sudah memasukkan 2 1/2 liter darah, obat juga cairan, tapi ginjalnya menolak, ada gangguan di ginjal dan ada gumpalan darah . oksigen dan darah yang diberipun tidak bisa naik ke otak . denyut nadi dan detak jantungnya tidak normal, suaminya masuk ke ruangan dan membisikkan kata kata yang saya yakin menguatkan pasien . kami semua hanya bisa pasrah . dokter menyarankan untuk membeli cairan kuning yang entah apa namanya . saya kebawah dan membeli obat tersebut . obat itu dimasukkan ketubuhnya dan ada reaksi !!! detak jantung dan denyut nadinya mulai normal, darah dari mulutnya juga mulai berhenti . nafasnya pun mulai teratur, sangat teratur . saya pikir ini pertanda baik, jam dua belas tengah malam saya pulang ke rumah karena sudah terlalu letih .
di rumah pun yang dibicarakan juga tentang ibu ini, karena memang rumahnya hanya dua rumah di belakang saya . saya sering melihat dia memasak, rujakan bareng atau sekedar berbincang kecil di depan rumah . anak pertamanya, Fadiel, sangat bandel, adik saya bahkan pernah memukul dia karena terlalu berisik di depan rumah . suaminya sangat baik, kadang saya melihat dia menuntun istrinya jalan jalan pagi . jam satu saya tidur . capek . lelah . tidurpun kayaknya gak bisa. jam dua malam, pintu rumah saya diketuk oleh seorang anak keci, mamah saya mebuka pintu dan anak itu berkata "mamahnya ino, teh Yani udah gak ada" . pernah ngerasain tersambar petir? saya juga gak pernah . tapi mungkin rasanya seperti itu . dalam waktu dua hari tiba-tiba ada orang terdekat anda, dari sehat bugar dan sekarang bad news, meninggal . jam 02:11 dinihari dia meninggal . saya bangun, cuma bisa memeluk guling dan menangis . Tuhan ....
suaminya dan dokter memutuskan untuk mencabut alat alat medis ditubuhnya pada jam 02:00 am karena memang semua obat dan cairan yang masuk tidak bereasi sama sekali . sebelas menit kemudian dia meninggalkan kita semua . dia orang baik, sangat baik . rajin menunaikan ibadah . saya yakin dia mendapatkan surga . meninggal dalam keadaan setelah melahirkan . mati Sahid dan pasti mendapatkan surga Allah swt. yang mengiringi kepergiannya sampai peristirahatan terakhirpun sangat banyak . Subhanallah .

Tuhan, jaga dia disana . maafkan dosa-dosanya . berikan tempat terbaikMU untuk dia dan bayi mungilnya .
selamat jalan alm. Ny. Suryani dan alm. Azwa Maharani Putri .

love you as always :)

Jumat, 04 November 2011

antara ibu dan anak

pernah ada diposisi harus menyelamatkan salah satu nyawa dari kedua orang yang sangat anda cintai?

hm, sulit .
gue kira semuanya cuma ada di film India atau apalah . tapi enggak . SALAH .

sulit banget ada diposisi ini . kayak ada pemberitahuan dari Tuhan, "hey kamu, hari ini dunia akan kiamat ya!".
oke mulai . . .

semaleman ibu itu kontraksi, enggak, sebenernya dari kemarin sore . suaminya lagi berlayar dan belum tahu bisa sampai di Jakarta jam berapa, gak ada saudaranya disini . jadi tengah malem gue bawa itu ibu ke Rumah Sakit ditemenin mamah . tapi belum ada tanda-tanda dia ngelahirin walaupun kontraksinya hebat . sampai entah jam berapa siangan dikit, dia kontraksi hebat dan mau melahirkan . di ruang bersalin dokter juga udah siap-siap, mulailah proses persalinannya . semuanya berjalan dengan sangat lancar awalnya . ini anak keduanya dan anak pertamanya ditinggal dirumah .
setelah beberapa lama, kepala si bayi mulai kelihatan, tapi ternyata si ibu udah mulai kehilangan kesadaran dan gak kuat lagi . akhirnya dilakukan vacum tapi gak berhasil, oke jalan keluarnya cuma dioperasi . operasipun dilakukan .

dokter : cuma bisa selamatin salah satu dari keduanya
gue: (bingung, speechless, gemetaran dan gak tau mau ngomong apa karena emang gak ngerti sama sekali) oke , ibunya dok !!! (refleks)
karena gue mikir dia masih punya anak yang harus dia jagain .

setelah beberapa lama, gue dapet kabar kalau anaknya gak berhasil diselamatin, meninggal . rahim ibunya pecah dan harus diangkat . Tuhan. . . lemes banget dengernya !
sampai sekarang pun, saat ini di post, ibunya belum sadar . kehilangan banyak darah dan berada di ICU .
anaknya (yang meninggal) lucu banget . . namanya Azwa Maharani Putri . .



Kamis, 03 November 2011

Hanya satu . . . (moccamoccamocca)

coba dengarkan suara hati
karena berbisik dan bahkan berteriakpun sudah tak bisa

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap seorang ibu
hanya satu pintaku
tuk bercanda dan tertawa
di pangkuan seorang ayah

apa bila ini
hanya sebuah mimpi
ku selalu berharap
dan tak pernah terbangun
hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
di pangkuan ayah dan ibu

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap ayah dan ibu


Source: http://liriklaguindonesia.net/mocca-hanya-satu.htm#ixzz1cfTmbfN7

Pernah salah kendaraan gak? Saya SERING

hmm, kalau ada ajang kontes kayak Miss Indonesia atau Puteri Indonesia kategori nyasar atau mungkin malah Miss Nyasar mungkin gue akan jadi finalis terkuat . ckckck


dari kecil sepertinya udah punya bakat ini dan semakin berkembang aja semakin gue gede .

kecil . . .

gue berjalan nyantai, emang dari kecil gaya gue udah kayak bigboss ckck tengil !

Nyokap : aduh lama banget, mamah tinggal nih ya !
Gue : iya bentar mamah ( megang lollypop di tangan kiri dan jagung bakar di tangan kanan )

gue masih nyantai aja ngelihat orang pada beli jagung bakar sedangkan nyokap dan yang lainnya udah masuk ke dalam mobil . gue lari ke arah mobil dan diem sebentar . kaget . mobil warna hitamnya ada dua . hm karena gue pinter, jadi gue naik yang kanan, soalnya malaikat baik kan sebelah kanan . gue pikir gitu .
didalem mobil gue agak kaget juga si soalnya orangnya dikit padahal tadi banyak . gue asik aja ngajak bercanda anak kecil umur 2 tahunan dan babysitter-nya . tiba tiba . . jeeddddeeeerrrrrr . .

Ibu-ibu : eh pah, ini anak siapa pah?
Bapak supir : yang mana mah?
Ibu-ibu : ini yang ini (nunjuk ke gue dan gue masih asik makan lollypop,,,bapak supir nengok)
Bapak supir : loh mamah mungut dari mana ini?

gue bengong, diem, ngisep lollypop .
cuma ada satu dipikiran gue, ini siapa ya?

Ibu-ibu : eh kamu, anak siapa? (jutek panik)
Gue : anak mamah .
Ibu-ibu : mamah siapa?
Gue : (diam tanpa kata, lupa nama mamah) mau lihat kuda nil yang mirip papah (papah gendut)
Bapak Supir : ini gimana?
Ibu-ibu : kok kamu diem aja si Sih (ngomong sama babysitter)
Asih : saya kira ini anaknya ibu
Ibu-ibu : kuda nil? turunin di taman safari aja pah . titipin di tiket .
Gue : tante punya uang gak? 
masa aku gak dikasih uang si? mamah aja ngasih aku segini (nunjukkin 5 jari), kalau gak ngasih aku gak mau turun ah . .
Ibu-ibu : turun dulu baru dikasih !
Gue : (diam . nurut . seneng mau dikasih uang 5ribu)

di taman safari .

Ibu-ibu : kamu turun sini ya . nanti tante titipin mas ini (tukang jaga tiket)
Gue : iya tante (nurut aja, lollypop nya belum abis, masih diisep), karena tante turunin aku, jadi aku minta segini (nunjukkin 10 jari)
Ibu-ibu : (muka shock, ngeluarin uang dan pasrah gak ikhlas) NYUSAHIN
Gue : (diem, mikir, ini ibu-ibu kenapa ya????)

akhirnya gue cuma diem aja di tempat tiket sama masmas .
masmasnya baik, setiap mobil yang lewat selalu ditanyain "Bapak kenal anak ini?"
sampai akhirnya mobil nyokap gue dateng, dan dengan polos dan santai merasa gak ada apa apa gue masuk mobil . ckck

dewasa . . .

lagi galau ceritanya . . . gue jalan ke stasiun tebet dan bingung kemana . akhirnya gue putusin ke bogor sendirian . gue beli tiket . gue megang tiket kereta api dan ngasih ke penjaganya .
dengan antengnya gue duduk nungguin kereta api ke arah bogor . gue bingung . semua kereta bentuknya sama aja . gak ada tulisan tujuannya kayak angkot 06A yang biasa nganterin gue .
pengen nanya ke Ibu-ibu sebelah gue tapi mukanya juga gak meyakinkan . pengen nanya sama Bapak bapak yang diri pakai baju putih, mukanya kayak Limbad, gak ngeyakinin juga . finally, putus asa dan sombong gak mau nanya, gue menggunakan intuisi gue dan indra penciuman gue untuk mengetahui kereta mana yang kearah bogor . tengtengteng, ada kereta lewat dan agak sepi, gue putusin gue naik . dan beruntungnya gue dapet tempat duduk . di depan gue ada kakek-kakek pakai peci mirip GusDur, disamping gue ada ayam punya tuh kakek . disamping tuh kakek ada anak kecil . GREAT . akhirnya gue naik kereta sendirian . 

asikasik dengerin lagu BrunoMars, gue denger ada ibu-ibu ngomong . .

Ibu-ibu : mun bade nu eta teh nya ngomong atuh, pan tos jauh tah tukangna (kalau mau yang itu bilang aja, kan udah jauh tuh tukangnya)
Bapak bapak yang berdiri nyamber : barudak mah sok kitu eteh (anak-anak mah suka gitu teh)

gue asik lagi dengerin lagu . hampir ketiduran kayaknya, sampai kakek yang di depan gue nyapa . .

Kakek : (komat kamit gak jelas, karena gue gak denger tuh kakek nyolek gue)
Gue : (buka headseat) eh maaf kek lagi denger lagu gak denger jadinya, kenapa kek?
Kakek : bade kamana?(mau kemana)
Gue : ohh mau ke bogor kek, hehehe . . kakek sama cucunya mau kemana?
Kakek : bade ka tasik neng ( mau ke tasikmalaya)
Gue : owh . . . (ngerasa ada yang salah tapi diem aja)

tuh kakek nengok dan gue nengok . kaget .

Gue : tasik? bukannya stasiun terakhir bogor ya kek?
Kakek : lah, ini mah udah udah gak tau dimana . .
Gue : (diem . speechless . bingung)
Ibu-ibu diseberang : ini kereta ke tasiklmalaya neng bukan ke bogor . dikit lagi ada stasiun turun aja .
Gue : (seneng, untung selamet) iya bu iya bu iya bu makasih makasih makasih .

distasiun . . . gue ke loket dan nanya kalau mau ke jakarta gimana . katanya udah gak ada kereta lagi . gue lihat handphone dan ternyata udah lumayan malem . gue panik . ini gimana ini?????
oke tenang . gue jalan ke kantor polisi dan lihat ada mobil polisi . gue masuk dan bilang kalau gue kesasar . gue bilang kalau gue gak ada uang *modusbanget* . . sebenernya si modus biar tuh polisi nganterin sampai rumah . dan finally, I GOT IT !!! dianter loh sampai rumah sama bapak Irwan Hidayat . hahahahahaha :D selamet selamet . tapi berasa kayak tahanan, soalnya beneran dianter pakai mobil polisi -_____-



Rabu, 02 November 2011

A Year Without Rain


can you feel it
when I think about you
with every breathe I take
every minute
don't matter what I do
my world is an empty place
pre:
like I've been wanderin' the desert for 1000 days, save me
don't know if it's a mirage, but I always see your face  baby
chorus:
I'm missing you so much - can't help it I'm in love
a day without you is like a year without rain
I need you by my side don't know how I'll survive
a day without you is like a year without rain
the stars are burning
i hear your voice in my mind
can't u hear me callin
my heart is yearning
like the is ocean's running dry
catch me I'm fallin
it's like the ground in crumbling underneath my feet, save me
there's gonna be a monsoon when you get back to me, baby
repeat chorus
so let this drought come to an end
and make this desert flower again
I'm so glad you found me, stick around me
baby baby baby, ooh
it's a world of wonder with you in my life
so hurry baby don't waste no more time
I need you here, I can't explain
but a day without you
is like a year without rain

Selena Gomez

Drugs and Candies

Gue sangat suka Hujan . Apapun tentang Hujan . Hujan itu suatu kedamaian yang gak bisa dideskripsiin . This is November and Rainy . Kalau katanya Rianty Catwright si "I like It" . Pernah ngerasa Empty? Gue juga gak ngerti itu apa . Tapi belakangan ini gue kayak orang yang kehilangan ingatan dan satu-satunya orang yang gue kenal cuma "W", sang pacar . Hohohohoho :D you are my biggest supporter hon :*
I Love My Family so much !!! Kadang jadi anak pertama itu harus bener-bener berpikir ekstra keras . Kalau ada masalah keluarga, so pasti harus nengahin . Kalau kata sobat gue Renata Manulang si "aduh, be patient ya sayang" . . . memang selalu itu kan perkataan seseorang terhadap seseorang yang kayaknya lagi punya problem hidup yang besar banget .
Balik ke "W" atau Winyun . He is nice person, so I do love Him like I love a song and the rain . Selalu nenangin dan dia itu kayak narkoba, buat gue ketergantungan dan kayak orang sakaw kalau dia gak ada . Hohoho :D

My Fam, ya susah deskripsiin perasaan tentang keluarga .
I have Great Fam with all of problems, all of happiness . yyayayayaya actually .
But its like candies . Sweet .