Selasa, 18 Desember 2012

KONSEP!

Pernah berpikir bahwa terkadang hidup adalah untaian dari sebuah lirik lagu mengagumkan? Mungkin Taradian Hafidzah salah satu orangnya. Tara tahu bagaimana seharusnya mengaplikasikan hal nyata dengan melodi indah dari gitar yang selalu menemaninya. Gitar ini pula yang kemudian menggiringnya untuk bertemu dengan seorang pria baik yang cupu dan menggunakan kacamata tebal, Edward. Namun pertemuannya dengan Edward membawa suka sekaligus duka seperti lirik-lirik yang dinyanyikannya.

Seperti yang dikatakan orang pada umumnya bahwa hati manusia tak tertebak. Edward sangat misterius sekaligus sangat mengagumkan untuk Tara, dia seorang pria yang tahu bagaimana cara menghadapi seorang wanita dengan anggun. Tara tidak membutuhkan bunga, puisi atau apapun itu yang menunjukkan suatu keromantisan dan Edward mengetahuinya. Edward tahu betul apa yang diinginkan oleh Tara, sedangkan Tara seakan-akan buta untuk tahu apa sebenarnya yang diinginkan Edward. Edward terlalu abstrak untuknya, terlalu ringan untuk disentuh.

Sampai akhirnya pada suatu malam di Prague mereka berdua melakukan sebuah kesalahan dan mengatasnamakan cinta di dalamnya. Mereka berdua tidak menyesal dan menyelenggarakan pernikahannya di Jakarta, kota asal Tara. Mereka menjalani pernikahannya dengan baik dan sangat romantis, bahkan teman-teman Tara pun sangat iri terhadapnya.

Awal tahun mereka memutuskan untuk pindah ke Prague, sekaligus mendekatkan anak mereka kepada keluarga Edward. Namun, dari sinilah, awal terbukanya banyak hal yang tidak diketahui Tara tentang Edward dan membawa mereka ke ujung perpisahan. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar