Kamis, 09 Agustus 2012

Aku terperangkap oleh waktu, berharap indah pada akhir cerita

Aku bahkan tak tahu apa yang harus kuperbuat . BODOH !!!
Memang bodoh . .

Susah memang kalau masalah pergulatan hati . Kami LDR, berbeda usia dan berbeda agama, juga berbeda suku . Akhir - akhir ini aku menjadi seseorang yang aku sendiri pun tak mengerti , berubah 180 derajat (mungkin) . Entah kekanakan, entah bagaimana, entah terlalu egois, entah entah . .
Tapi yang terlintas di kepalaku hanyalah bagaimana masa depanku nanti . Ini salahku Tuhan, salah karena terlalu mencintainya daripada mencintaiMu . Astaghfirullah, Naudzubillahhimindzalik !
Kadang aku bertanya kepada diriku sendiri, "Apa yang kau harapkan dari hubungan ini? Sakit? Sedih? Terluka?", lalu aku menjawabnya, "Aku mengharapkan dia !!", lalu kemudian ada pertanyaan lagi muncul, "Apa dia mengharapkanmu?"

dan Tuhan, ini adalah doaku, pernyataanku . .

Aku terperangkap oleh waktu, berharap indah pada akhir cerita


Cinta…
Sebuah kata sederhana yang selalu identik dengan kebahagiaan, senyum dan tawa. Namun, dibalik kebahagiaan itu juga tersimpan segumpal air mata yang suatu saat akan mengalir ketika rasa bahagia itu harus mengikis hati yang ditempatinya.
Cinta…
Bukanlah sebuah benda yang harus dipaksakan ada ataupun dihapus begitu saja dalam hati. Bagaiamanapun sebuah hati tetap akan memberikan ruang pada cinta yang lama ataupun baru.
Cinta…
Tidak dapat dipaksakan untuk memiliki namun membiarkannya tumbuh dengan pengendalian diri adalah lebih baik adanya.
Cinta…
Perih jika dipaksa dan berada pada hati yang salah
Sakit jika tak ikhlas menerima kenyataan dengan rasa percaya akan karuniaNya - ACR

Buat aku, kamu malaikat cinta yang dikirim Tuhan untukku.Kisah cinta itu pahit untuk dikenang tapi akan indah ketika kita menemukan penggantinyaAku terperangkap oleh waktu, berharap indah di akhir ceritaCinta adalah kesetiaan menjaga perasaan, apakah org itu kita miliki atau dimiliki orang lain.Memang salah apa aku, hingga engkau pergi.. Kamu tak sedikitpun mengerti aku luka, aku merelakan walau pahit


Mencampuri perasaanmu kasih
Tak hentinya aku berpikir keras
Memang salah apa aku hingga kau pergi
Kamu tak sedikitpun mengerti aku luka
Ku merelakan walau pahit

Sebut namamu saja ku tak sanggup
Bagaimana aku berterus terang
Anginmu di hati ini berarak-arak
Menutup semua harapanku pada hidup
Namun cintaku hanya kamu
Di antara awan dan udara
Badai teriak menghantam cinta
Bila aku sanggup menghentikan putaran waktu
Akan ku dekap engkau sampai mati
Bila saja ku bisa menawar
Takdir waktu yang Dia berikan
Akan ku minta segala sisa waktu yang ada
Sehirup nafas pun asal denganmu
Sebut namamu saja ku tak sanggup
Bagaimana aku berterus terang
Anginmu di hati ini berarak-arak
Menutup semua harapanku pada hidup
Namun cintaku hanya kamu
Di antara awan dan udara
Badai teriak menghantam cinta
Bila aku sanggup menghentikan putaran waktu
Akan ku dekap engkau sampai mati
Bila saja ku bisa menawar
Takdir waktu yang Dia berikan
Akan ku minta segala sisa waktu yang ada
Sehirup nafas pun asal denganmu
Sehirup nafas pun asal denganmu

1 komentar: