Negeri ini adalah negeri yang kaya akan Sumber Daya Manusia, namun kualitas dari SDM tersebut bisa dibilang masih belum memenuhi batas optimal. Indonesia sebagai negara berkembang tentu sangat membutuhkan generasi-generasi muda yang mempunyai jiwa leadership dan entrepreneurship guna mengoptimalisasikan pertumbuhan ekonomi, namun selama ini mental yang ditumbuhkembangkan di bangku pendidikan kita sebagian besar adalah mental bagaimana menjadi seorang pegawai yang baik. Paradigma seperti inilah yang harus diubah. Selama ini banyak generasi muda kita yang terpaku pada nilai-nilai akademis sebagai bekal mencari pekerjaan. Sedangkan, sekarang ini adalah arena perekenomian pasar bebas yang sangat kompetitif.
Lalu bagaimana menyiapkan mental mereka untuk bersaing di masa depan jika paradigma seperti ini tidak diubah?
Oleh karena itu, seharusnya sejak sekolah menengah dan di perguruan tinggi, para pelajar atau mahasiswa hendaknya sudah dibekali jiwa entrepreneurship. Karena, menurut teori, sebuah negara dapat dikatakan negara maju jika 2% dari penduduknya adalah entrepreneur. Perguruan tinggi di negara kita seharusnya mencontoh perguruan tinggi di Amerika yang sudah hampir seluruhnya memiliki kebijakan atau program khusus yang mempelajari ilmu kewirausahaan yang tidak terpaku pada teori, namun bertujuan untuk melahirkan pengusaha muda yang tangguh. Program ini juga mempersiapkan bussiness plan untuk usaha baru serta perilaku pengambilan resiko. Inilah yang kurang dari generasi muda kita, mereka masih takut untuk mengambil resiko yang terjadi jika mereka gagal dalam menuai sukses. Sedangkan, kalau tidak gagal, mereka tidak akan tahu bagaimana perkembangan usaha mereka.
Perguruan tinggi juga hendaknya mengkaji kembali kebijakan dan kurikulum yang ada, meningkatkan SDM Dosen, bekerjasama dengan dunia usaha, memfasilitasi mahasiswanya dengan entrepreneurship center, pembentukan unit usaha yang dapat memberikan wadah kepada mahasiswa untuk menyalurkan atau mengaplikasikan bussiness plan mereka dan juga menggiatkan program penunjang dari pemerintah yang sudah ada guna menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship di kampus.
Pada ekonomi bebas dan kreatif ini, ada baiknya juga memperbanyak workshop usaha untuk meningkatkan daya inovasi mahasiswa untuk melahirkan jenis-jenis usaha baru. Sedangkan untuk penyediaan modal adalah langkah sekunder yang harus diambil. Dengan ilmu entrepreneur, modal selalu bisa diatasi. Yang terpening adalah disiplin ilmu yang bisa dipelajari dan harus dipelajari memulainya. Jadi pendidikan dan pelatihan adalah kunci untuk menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurshsip untuk generasi muda yang produktif di negara kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar